Anak-anak adalah investasi masa depan. Sebagai generasi penerus, mereka diharuskan untuk dididik, dilatih untuk memahami setiap hal sehingga masa depan dapat dikelola dengan baik. Tak hanya melatih mereka dengan hal-hal yang bersifat perhitungan atau heksakta, mereka juga perlu diajarkan tentang kesenian dan kesusasteraan seperti sebuah lukisan.
Warna kontras yang terdapat pada lukisan Van Gogh (gambar didownload dari www.vangoghmuseum.nl) 
Salah satu lukisan terkenal yang dibuat oleh seorang ilmuwan Leonardo da Vinci ialah lukisan Mona Lisa. Lukisan ini bahkan tak hanya terkenal di kalangan budayawan dan seniman, namun bagi para turis. Banyak yang menganggap bahwa, lukisan Mona Lisa adalah gambar tersendiri dari seorang da Vinci dalam bentuk seorang wanita. Yang lain berpendapat bahwa, lukisan tersebut merupakan sebuah wanita yang dicintai oleh seorang Leonardo. Namun demikian, karya ini memiliki nilai seni yang tinggi.

Di lain hal, seorang anak pada masanya akan menganggap setiap hal seperti dunia fantasi. Begitu melihat sebuah lukisan seseorang atau figur, mereka tentunya akan menganggap bahwa lukisan ini lucu dan menarik. Akan tetapi, studi terbaru menyatakan bahwa ketika seorang anak melihat sebuah lukisan, mereka akan fokus kepada hal-hal yang kontras seperti warna, perpaduan warna dan semacamnya. Hemat kata, mereka tertarik dengan hal-hal yang mampu mengambil perhatian mereka.

Apa yang dipikirkan seorang anak pada saat melihat lukisan

Studi yang dilakukan oleh psikolog asal VU Universitas Amsterdam, Francesco Walker seperti yang dilansir dari curiosity.com menyatakan bahwa hal-hal yang kontras tersebut ternyata mampu menangkap perhatian anak-anak. Psikolog tersebut menempatkan anak-anak untuk melihat lukisan karya Van Gogh yang berjudul “Landscape at Twilight”. Lukisan ini merupakan sebuah gambar pemandangan dengan pohon di sebelah kiri diikuti dengan sebuah jalan membelah padang rerumputan/ ilalang.

Kembali pada penelitian yang dilakukan, ketika anak-anak untuk pertama kalinya diperlihatkan lukisan Van Gogh, focus perhatian terdapat pada warna hijau yang terlihat kontras. Sementara itu, warna kontras lainnya seperti warna biru pada rumah di lukisan menjadi daya tarik. Hasil penelitian ini menunjukkan sebuah hal yang menarik bila dibandingkan dengan orang dewasa yang cenderung melihat hal-hal yang tidak kontras atau unik.

Asumsi penulis, pada saat anak-anak dapat diketahui bahwa mereka tertuju pada hal-hal yang menarik dan melakukan observasi penuh pada hal tersebut. Sementara itu, orang dewasa cenderung tak memperdulikan hal tersebut dan justru melihat secara keseluruhan.