Sejak dipublikasinya buku Darwin mengenai seleksi alam, banyak dari environmentalist – sebutan bagi para ahli yang mendalami bidang perlindungan lingkungan – tidak setuju akan adanya evolusi. Terkhususnya bagi mereka yang tidak menyepakati bahwa manusia bukanlah keturunan dari primata. Akan tetapi, Darwin telah mencoba memberikan gambaran bahwa ada sebuah kesamaan antar satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya. Tentunya, ini membuka mata bidang fisiologi makhluk hidup. Lantas, apakah benar dan salah menjadi implikasi munculnya teori Darwin?
Implikasi teori evolusi Darwin -- gambar didownload dari biologigonz.blogspot.co.id
Teori eveolusi Darwin merupakan hasil pengamatan ilmiah yang ia lakukan ketika bergabung dengan Kapal Ekspedisi HMS Beagle. Namun, puncaknya ketika ia menemukan adanya perbedaan secara fisiologis dari burung mockingbird yang berada di kepulauan Galapagos. Setiap burung yang tinggal di pulau yang berbeda memiliki karakteristik yang unik sehingga dapat dibedakan menurut paruhnya. Hal ini tentu menjadi pertanyaan baginya mengapa burung dengan spesies yang sama memiliki perbedaan yang sangat signifikan.

Kaitan Teori Evolusi Darwin dengan Penemuan Sebelumnya

Sebenarnya, pertanyaan tersebut mengarah kepada apa hubungan paruh dengan konsep kehidupan burung mockingbird tersebut. Tentunya, dapat diasumsikan bahwa perbedaan paruh mempengaruhi jenis makanan dari burung. Artinya, burung-burung yang mengkonsumsi jenis makanan tertentu akan mempengaruhi fisiologisnya dan pertumbuhkembangan burung tersebut. Pemahaman terakhir yang didapat adalah ada sebuah perbedaan yang disebabkan oleh faktor tertentu.

Carolus Linnaeus menyatakan melalui teori taksonomi di tahun 1700an bahwa perbedaan ini diatur oleh Tuhan. Mungkin, ini lah yang menjadi suatu pertanyaan yang besar bagi Darwin – Asumsi dari penulis. Jika memang sudah diatur dari dahulunya mengapa masih ada suatu kesamaan antara satu burung dengan burung yang lainnya yang masih dalam satu gugus kepulauan. Yang akhirnya memberikan sebuah ruang untuk berspekulasi bagi Darwin, “Bisa saja sebuah spesies berubah ke spesies lainnya”.

Sebagai seorang botanist sekaligus geologist, spekulasi itu mengarah kepada karya yang ditulis oleh Thomas Malthus yang menyatakan adanya faktor yang mempengaruhi seorang manusia untuk bertahan hidup, dan apabila ia hidup bebas maka individu tersebut haruslah melakukan upaya berjuang untuk hidup. Proses bertahan hidup inilah yang menjadi alasan bagi Darwin bahwa makhluk hidup harus mampu beradaptasi dalam keadaan apapun dalam rangka hidup. Kesimpulannya, Darwin menyatakan bahwa makhluk hidup harus mampu beradaptasi pada lingkungan tempat ia hidup.

Akibat Teori Evolusi Darwin

Sesungguhnya bertahan hidup dapat dilakukan apabila masing-masing makhluk hidup saling bekerja sama. Akan tetapi, ini tidak berlangsung pada kehidupan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Augustin Pyramus de Candolle menyatakan bahwa ada sebuah konflik spesies dalam suatu ekosistem. Faktor utama munculnya konflik ini adalah perbedaan ketersediaan sumber-sumber ekonomi – produksi dan konsumsi bahan makanan. Artinya, mereka yang mampu beradaptasi pada sumber bahan makanan yang mampu hidup dan memiliki keturunan.

Lalu, apakah ini yang menjadi dasar bagi Darwin yang menyatakan bahwa Manusia merupakan keturunan dari spesies lainnya? Maksudnya adalah kebutuhan akan bahan makanan memaksa suatu spesies untuk bisa bertahan hidup? Sesungguhnya kesalahpahaman terhadap teori Darwin muncul dari argumentasi ini (menurut penulis). Berdasarkan pengamatan Darwin pada paruh burung di kepulauan Galapagos ini menunjukkan adanya proses adaptasi jenis-jenis makanan. Implikasi yang ditekankan oleh Darwin adalah proses adaptasi memaksa suatu jenis makhluk hidup untuk menyesuaikan fungsi organ luar dan dalam tubuhnya. Dan bagi makhluk hidup yang tak mampu bertahan hidup melalui proses penyesuaian fungsi organ tubuh akan mengalami kepunahan dan sebaliknya mereka mampu meneruskan keturunan. Darwin menyatakan proses ini yang disebut dengan seleksi alam. Namun, ada satu hal yang menarik dari akibat teori Darwin ini.

Kesimpulan

Teori Darwin menyatakan bahwa makhluk hidup mengalami proses adaptasi menurut lingkungannya sehingga memaksa mereka untuk melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah Evolusi yang berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Implikasinya adalah setiap makhluk hidup melakukan Evolusi secara Genetika yang bertujuan untuk meneruskan jalur kehidupan. Namun, bukan berarti bahwa manusia merupakan keturunan primata akan tetapi manusia dan primata memiliki kesamaan nenek moyang dari aspek fisiologis organ tubuh karena memiliki struktur dan fisis yang mirip.

Teori Evolusi Darwin menyatakan bahwa adanya proses seleksi alam yang mengakibat terjadinya evolusi genetika. Faktor ketersediaan bahan-bahan makanan menjadi alasan utama bagi para makhluk hidup untuk melakukan transmutasi atau mutasi genetika. Meskipun demikian, evolusi genetika tak berlaku pada kondisi-kondisi tertentu. Sebagai contoh, proses fotosintesis yang dilakukan oleh tanaman yang berimplikasi bahwa manusia di masa depan akan memiliki sifat tersebut. Mengapa demikian? Karena proses seleksi alam terjadi secara acak namun bertujuan pada kondisi tertentu. Akan tetapi, penulis berpikir akan sangat keren jika manusia dapat berfotosintesis.